Calendar Jumat, Agustus 22, 2014
Text Size
   
Pemahaman Alkitab
GKI - Info Umum

 

 

MENDOAKAN KEADAAN YANG MENEKAN KITA

Kajian Mazmur 2: 1 – 9

Oleh: Pnt. Ramles Silalahi


Mazmur 2 bercerita tentang beberapa hal:

  1. Tempat raja yang diurapi Tuhan ada di tengah-tengah raja-raja di bumi.
  2. Perlawanan raja-raja musuh Israel kepada Raja yang diurapi Tuhan. Musuh Israel ini adalah Raja Firaun, Sisera, Sanherib dan Nebukadnesar. Raja yang diurapi dan dilantik di Sion adalah Raja Daud (ayat 1 – 3). Raja Daud adalah pra-figurasi Mesias, yakni Tuhan Yesus yang keturunan Daud (Kis. 2: 4; 4: 31; Why. 2: 26; 19: 15).
  3. Raja-raja di bumi ini, terkejut karena murka Tuhan (ayat 4 dan 9). Mereka diminta untuk menerima pengajaran dan tetap beribadah kepada-Nya (ayat 10).
  4. Segala bangsa-bangsa musuh Israel ini akan diserahkan kepada bangsa Israel sebagai kepunyaannya (ayat 7 dan 8).

Dengan demikian, Mazmur ini menyatakan keadaan Bangsa Israel dalam keadaan yang tertekan dan untuk itu mereka diminta menaikkan doa-doa serta beribadah kepada Tuhan agar pengharapan itu dapat menjadi kenyataan (ayat 8, 11 – 12).

Keadaan yang menekan bangsa Israel dapat terjadi pada kita dalam lingkup:

  1. Pribadi dan Keluarga (ekonomi, kesehatan, hubungan keluarga, dsb)
  2. Gereja dan Persekutuan lainnya (kerjasama, dukungan, izin, dana, dsb)
  3. Bangsa dan Negara (politik, keagamaan, sosial, ekonomi, dsb)

Keadaan yang Menekan untuk ketiga subjek itu bersumber dari:

  1. Dosa dan kesalahan.
  2. Rencana Tuhan untuk Menyataan Kemuliaan Tuhan (baik positip maupun negatip di mata kemanusiaan kita).
  3. Rencana Tuhan untuk Pemurnian Iman.

Akibat Dosa dan Kesalahan karena keinginan daging, dunia, dan Iblis (Yak. 1: 13-15; 1Pet. 2: 20a):

  1. Rencana Tuhan untuk memulihkan umat-Nya
  2. Kesadaran bahwa perbuatan itu tidak menyenangkan hati Tuhan. Pintu penyesalan dan pertobatan terbuka kepada Yesus untuk pengampunan dan membasuh dosa-dosa kita serta memulihkan keadaan yang menekan.

Untuk Menyatakan Kemuliaan Tuhan (Yoh. 9: 1-3)

  1. Bukan karena dosa pribadi tetapi melalui penderitaan orang itu kemuliaan Tuhan dapat dinyatakan.
  2. Sebagai orang percaya, melalui peristiwa tersebut kita harus mengambil bagian dalam kesaksian untuk menyatakan kemuliaan Tuhan. Dalam hal ini subjek yang bergumul bukanlah diri kita, kelompok kita, tetapi pihak lain. Kita diminta untuk menyatakan iman untuk menjadi saksi-Nya (Yak. 2: 22 – iman bekerja sama dengan perbuatan).

Untuk Pemurnian Iman (1Pet. 1: 6-7; 1Pet. 2: 20b):

  1. Ketika Tuhan memiliki rencana yang lebih indah bagi seseorang atau kelompok dan untuk itu diuji dengan berbagai pencobaan dan penderitaan dengan tujuan untuk memurnikan iman mereka sehingga semakin berkenan kepada-Nya.
  2. Peristiwa Ayub, penderitaan para Rasul, tekanan umat Kristen di Indonesia, dsb.

Dalam ketiga situasi itu, kita perlu lebih banyak beribadah dan berdoa kepada Tuhan, agar keadaan yang menekan itu dapat kita lewati dengan kemenangan. Kita harus percaya tiga hal:

  1. Pencobaan itu tidak akan lebih besar dari kemampuan kita (1Kor. 10: 13).
  2. Segala perkara (apapun) dapat kita tanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepada kita (Flp. 4: 13)
  3. Ibadah dan doa yang kita lakukan memiliki kuasa (2Tim. 3: 5).

Mari kita serahkan pergumulan kita kepada Tuhan yang Maha Pengasih dengan semakin tekun beribadah dan berdoa untuk mendekatkan diri dan berkenan kepada-Nya.

Terima kasih. Tuhan memberkati.

(Diambil dari Bahan PA yang disampaikan untuk Komisi Dewasa)

 

Artikel Lainnya

" Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. "

Filipi 4:6