Calendar Senin, Februari 06, 2012
Text Size
   

PENGUMUMAN

 

PELAYANAN DI PANTI OBOR KASIH
GKI - Info Umum
LATAR BELAKANG

Pada saat masa advent 2002 seorang pemuda GKI Gunung Sahari yang bekerja sebagai satpam Golden Truly mendapat panggilan Tuhan untuk melayani.  Setelah melalui pergumulan dan doa bersama isterinya, Pak Yonathan Talan meninggalkan pekerjaannya dan kemudian mulai menampung orang yang menderita stress (psikotik), yang berkeliaran di pasar Pondok Gede tanpa melihat kepercayaan yang dianutnya atau mengetahui keberadaan sanak saudaranya.
Mereka dibawa ke rumah kontrakannya, dirawat, diberi makan, serta kasih sayang dan terutama didoakan agar mereka sembuh.  Ketika jumlah mereka bertambah, seorang dermawan meminjamkannya rumah tua dengan 2 kamar di Gg. Peka No.75, Jl. Raya Rambutan, Kampung Sawah Rt.03/02, Jatimurni, Pondok Gede, Bekasi.

Rumah ini dikenal sebagai Panti Obor Kasih dan saat ini menampung 26 pasien psikotik.

Evang. Jonathan Talan memenuhi panggilan Tuhan untuk menjadikan Panti Obor Kasih sebagai ladang pelayanannya.

Panti Rehabilitasi Obor Kasih berjalan terseok-terseok karena tidak memiliki donatur maupun dukungan tetap, juga tidak dari gereja-gereja sekelilingnya yang cukup banyak jumlahnya.  Ini sangat dapat dimaklumi, dikarenakan warga jemaatnya terdiri dari sebagian besar dari buruh dan petani garapan.

Dari semula hanya 5 pasien, saat ini (01 Mei 2011)  terdapat 26 pasien, pria dan wanita menempati 2 kamar karena terbatasnya ruangan.  Maklum bangunannya hanyalah 90 M2.  Kamar-kamar itu pun tak cukup cahaya karena jendela sengaja dibuat kecil untuk menghindari hal-hal yang tak terduga.
Baru-baru ini, seorang donatur telah membantu pembangunan sebuah kamar tambahan, agak terpisah dengan yang lain.

Acapkali terdapat pasien 'harus dipasung' supaya tidak keluar dan berkeliaran di desa-desa atau tiba-tiba menghilang tak tentu rimbanya.

Setiap hari Evang. Yonathan Talan mendoakan mereka dan berihktiar menghimpun dana mau pun sumbangan sembako.  Hampir seluruh viaticum yang diperolehnya, dipergunakannya untuk menutupi kebutuhan mereka.  Diapun harus mengorganisir mereka yang membantu pelayanannya, isterinya Yani maupun saudara-saudaranya, untuk mengawasi, membersihkan kamar mereka serta juga memandikan "pasien" asuhannya.
Disamping itu mereka harus membesarkan anak-anak mereka : Fani, Jesi, Maria, David dan Debora.


SASARAN :

Dengan kuasa Roh Kudus, Pengurus Wilayah XI telah dipertemukan dengan warga Panti Obor Kasih yang sangat memerlukan bantuan secara berkesinambungan.

Pengurus pada rapat tanggal 11 Maret 2006 telah berketetapan untuk mengajak warga wilayah XI, secara berkesinambungan membantu Panti Obor Kasih, mulai dengan bantuan beras minimal 100 kg perbulan dan telur.  Dengan demikian, ada kepastian bahwa hampir setiap hari mereka dapat makan. Sesuatu yang indah, bukan?

Uluran tangan Jemaat wilayah XI tentunya tidak dapat berhenti disini saja.  Bangunan Panti Obor kasih perlu dirawat, sebagian direnovasi, halaman harus dibuatkan pagar agar penghuninya dapat hidup lebih sehat dan aman.  Jemaat wilayah XI telah membantu membangun teras yang dipagari tralis dengan lantai keramik.  Merenovasi kamar-kamar . Juga membantu membangun teras bagi pasien yang tidak perlu dikurung.  Pompa air listrik pun sekarang telah terpasang.

Sejak April 2006 hingga April 2011, Yayasan Pelayanan Wahana Asih GKI Kebayoran Baru tiap bulan dengan setia mengirim dr. Onny Purborini dan obat-obatan untuk melayani para pasien serta keluarga Jonathan Talan.

Tuhan juga telah mengirim seorang dokter dari Rumah Sakit Jiwa Grogol,  dr. Aris Tambing,  Mars. dari gereja Toraja Ebenhaezer, Bekasi, untuk bersama-sama mengadakan pengobatan setiap bulan.
Walaupun dr. Onny Purborini tidak berada di Badan Pelayanan Wahana Asih lagi, beliau telah berketetapan tetap melayani Obor Kasih.


Masih banyak yang dapat dikerjakan.  Dapur dari gedek telah direnovasi karena keluarga Talan sekarang harus tinggal bersama pasiennya agar dapat melayani mereka siang malam.  Beras pun harus ditingkatkan jumlahnya karena jumlah pasien bertambah.

Pasien yang sembuh harus diupayakan penampungannya di keluarganya sendiri atau yang bersedia menerima mereka.

Kita tidak akan pernah mendengar ucapan terima kasih dari mereka, karena mereka hanya tahu bahwa makanan mereka datang dari Tuhan.  Tetapi kita akan merasa damai dan sejahtera di hati, karena Tuhan memakai kita sebagai saluran berkat-Nya; rohani dan jasmani.  Bukankah itu menjadi doa harapan kita kepada Tuhan setiap saat?
Masih banyak yang dapat kita perbuat.  Nasi hanya dapat dimakan jika ada lauk pauk.  Dan ini memerlukan dana.

Mereka juga masih memerlukan pembinaan rohani yang terarah.
Bagi yang terbeban silahkan berhubungan dengan Ketua Pengurus Wilayah XI.

Firman Tuhan bersabda dalam Yakobus 2 : 8,
'Akan tetapi, jikalau kamu menjalankan hukum utama yang tertulis dalam kitab suci : "Kasihilah sesamamu manusia seprti dirimu sendiri", kamu berbuat baik.'
Demikian pula Tuhan berfirman dalam Galatia 6 : 10,
"Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman."

Tuhan memberkati pelayanan kita.


Pengurus Wilayah Sebelas
Sie Pelkas Obor Kasih
 
" Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. "

Filipi 4:6