Media
PENGUMUMAN
| KELUARGA YANG DIPAKAI UNTUK MENJADI BERKAT |
| Kebaktian - Renungan |
|
Minggu, 30 Oktober 2011
(Kejadian 12 : 1 - 5)
Berkat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti karunia Tuhan yang membawa kebaikan dalam hidup manusia. Berdasarkan pengertian itu maka menjadi berkat adalah hal yang luar biasa dalam hidup orang beriman. Mengapa? Karena pertama karunia Tuhan. Tuhanlah yang memungkinkan seseorang menjadi berkat. Atas perkenanan Dialah seseorang menjadi berkat dan itu berarti orang yang menjadi berkat itu seirama nada hidupnya dengan irama Tuhan. Sebab jika tidak, ia tidak dapat menjadi berkat. Juga, berarti seseorang yang pasrah dan berserah dalam arti taat kepada Tuhan atas apa yang Tuhan akan nyatakan dalam hidupnya, sekalipun penyataan Tuhan bisa berbeda dari apa yang kita harapkan atau alami. Yang jelas cara Tuhan berbeda dengan cara manusia, dalam hal menjadi berkat.
Yang kedua adalah membawa kebaikan. Tentu kita tahu bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang percaya. Berarti yang membawa kebaikan adalah Tuhan juga, tidak pernah manusia itu pada dirinya. Manusia "hanya" bisa mengatakan "ya" dalam rangka ketaatan-Nya pada Tuhan. Bahkan dalam panggilannya, manusia hanyalah hamba yang harus selalu "ya" pada Tuhannya. Manusia hanyalah murid yang harus belajar pada gurunya. Manusia hanyalah anak yang menghormati orangtuanya dan mendapatkan kasih ayah ibunya. Manusia hanyalah rekan sekerja yang pada dirinya berperan serta untuk mewujudkan seluruh misi dari yang empunya pekerjaan. Di sinilah posisi Abraham dan keluarga serta kita sekalian. Tuhan memanggil dan melibatkan kita agar berkat yang dari pada-Nya dirasakan oleh seluruh umat manusia.
Yang ketiga dalam hidup manusia. Ini mengingatkan kita bahwa karunia Tuhan terbuka bagi siapa saja, bahkan semua ciptaan. Hanya dalam hal ini manusialah yang menjadi prioritas Tuhan, sebab manusia adalah gambar dan citra-Nya. Untuk itu manusia tidak punya kuasa atau hak "membuka" atau "menutup" berkat Tuhan pada sesama manusia. Dalam keadaan bagaimanapun manusia justru diajak selalu terbuka dan membuka diri agar menjadi berkat bagi sesamanya. Sebab penderitaan, luka, sakit bahkan kematian pun tidak punya kuasa untuk menutup berkat Tuhan bagi sesama manusia. Bagi Tuhan, bagaimana berkat-Nya dapat dirasakan dan dikecap oleh semua ciptaan-Nya.
Seperti Abraham dan keluarga dipanggil menjadi berkat dan menjawab "ya", maka kita pun kiranya memiliki semangat seperti itu. Bukan hanya sebagai suami, isteri, ayah, ibu, anak saja, tetapi bersama sebagai keluarga. Sebab inilah perjuangannya. Perjuangan bersama sebagai keluarga yang telah diberkati Tuhan. Amin. (TMP) |