Calendar Sabtu, Juli 26, 2014
Text Size
   
DOSA DAN PENGAMPUNAN ALLAH YANG BESAR
Kebaktian - Renungan
Minggu, 12 September 2010
(Lukas 15 : 1 - 10)

Dalam Lukas 15:1-32, Ada 3 Perumpamaan yang disampaikan Tuhan Yesus untuk menjelaskan tentang Pertobatan, yaitu: Perumpamaan tentang domba yang hilang, Perumpamaan tentang dirham yang hilang dan Perumpamaan tentang anak yang hilang. Pada Perumpamaan tentang domba yang hilang, dan Perumpamaan tentang dirham yang hilang  mau menekankan  peran aktif pemilik untuk mencari yang hilang. Domba yang hilang dan Dirham yang hilang itu tidak dapat kembali dengan sendirinya kepada Sang pemilik. Sang Pemiliklah yang sangat aktif dengan segenap ketekunan dan pengorbanan fokus mencari sampai mendapatkan kembali yang hilang itu. Pada Perumpamaan tentang anak yang hilang, selain menekankan Bapa yang merindukan anak yang hilang kembali padanya, juga menekankan aspek  lain yang tidak ada pada Perumpamaan tentang  domba yang hilang dan Perumpamaan tentang dirham yang hilang, yaitu aspek anak yang hilang menyadari kesalahannya dan mengambil keputusan untuk kembali pulang.
Dosa telah menghancurkan hidup, martabat dan masa depan umat manusia. Semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah (Roma3:23), dan semua orang yang telah berbuat dosa itu harus menerima upah yaitu maut (Roma 6:23). Dengan demikian apakah berarti hidup manusia tidak lagi punya arti dan tidak ada lagi kesempatan dipulihkan citranya sebagai umat yang serupa dan segambar dengan Allah?
Dosa memang sangat mengerikan, namun Kasih Karunia, Pengampunan Allah dalam Kristus Yesus jauh lebih besar dari kejatuhan manusia. "Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita" (Roma 6:23).

Perumpamaan tentang domba yang hilang dan Perumpamaan tentang dirham yang hilang menunjukkan begitu seriusnya Allah mencari dan menyelamatkan orang yang berdosa. "Sebab Anak Manusia datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang" (Lukas 19:10). Keseriusan dan kesungguhan untuk mendapatkan yang hilang itu dilukiskan dengan meninggalkan yang 99 ekor dan 9 dirham yang ada demi fokus pada pencarian untuk mendapatkan kembali yang hilang. Yang menjadi pusat disini bukan pada yang 1 (satu) yang hilang, juga bukan bermaksud menekankan bahwa yang satu lebih berharga dari yang 99 ekor dan 9 dirham yang ada, sampai-sampai menelantarkannya, namun mau menegaskan bahwa Sang Pemilik domba dan dirham yang hilang sangat peduli dan mengasihi, berusaha all out mencari untuk mendapatkan, menyelamatkan yang hilang. Aspek lain yang sama pentingnya yaitu yang hilang menyadari kesalahannya , memutuskan untuk pulang  dan meninggalkan hidup yang salah karena telah dinanti-nantikan oleh Sang Bapa yang setia menunggu untuk menyambut pulangnya anak yang hilang dengan sukacita.

Kita bersyukur kepada Tuhan dan mengucapkan Selamat Bahagia atas 11 anak-anak yang  menerima Sakramen Baptis Kudus, pada kebaktian pukul 10.00 hari ini. Marilah  kita terus dukung dalam doa bagi 11 anak-anak yang dibaptis dan para orang tua mereka yang telah berjanji akan memdidik anak-anak dalam iman kepada Tuhan Yesus sampai mereka dewasa, menyatakan imannya dan setia mengikut Tuhan Yesus seumur hidupnya.

Kiranya Kasih Setia dan Berkat Tuhan melimpah dalam kehidupan mereka.
Selamat hari Minggu, Tuhan memberkati. (TGH)
 
" Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, "

Mazmur  1 : 1