Media
PENGUMUMAN
| MEMILIH HIDUP |
| Kebaktian - Renungan |
|
Minggu, 5 September 2010
(Lukas 14 : 25 - 33)
Perkataan Tuhan Yesus bagi mereka yang berduyun-duyun mengikuti-Nya merupakan suatu pilihan yang tidak mudah. Ajakan mengikuti-Nya diwujudkan dengan meninggalkan orang-orang yang dicintai dan orang-orang terdekat, bahkan nyawanya sendiri. Sangat kontras, suatu hidup yang dimulai bersama dengan Tuhan, ada bagian lain yang harus ditinggalkan. Jika perkataan Tuhan Yesus dimengerti secara nalar kita, maka kita akan menemukan kesulitan untuk mengartikan makna ajakan Tuhan Yesus untuk mengikuti Dia. Jika ajakan Tuhan Yesus dinilai menurut pengetahuan kita, maka kita akan sulit untuk memilih suatu tawaran yang berharga dalam mengikuti-Nya.Saat Musa mempersiapkan umat Israel memasuki Tanah Perjanjian, ada pilihan yang harus ditentukan umat untuk melanjutkan perjalanan menuju Tanah Kanaan. Memilih ‘kehidupan' atau ‘kematian'. Kehidupan yang dimaksud adalah bukan kehidupan biologis, kehidupan yang dimaksud adalah hidup yang mengasihi Tuhan Allah, hidup yang mendengarkan suara-Nya dan hidup yang berpaut pada-Nya (Ulangan 30:19,20).
Artinya, jika seseorang yang mau memilih hidup dalam Kristus berarti ada yang harus ditinggalkan, ada pilihan yang menjadi prioritas utama. Mengikut Yesus berarti mengasihi Yesus lebih dari keluarga kita, bahkan diri kita sendiri. Belajar untuk mendengarkan suara-Nya, belajar berpaut pada-Nya. Bahkan menjadi pengikut Yesus harus berani membayar harga, yaitu bersedia menjalani penderitaan dan hidup seperti yang Yesus ajarkan.
Hari ini, ada 46 orang muda yang telah memilih untuk menyatakan Pengakuan Iman mereka di hadapan Tuhan, dan ada 7 orang diantara mereka yang menerima Sakramen Baptisan Kudus Dewasa. Keputusan mereka bukan suatu keputusan yang dipersiapkan secara terburu-buru atau dalam waktu singkat. Kurang lebih sepuluh bulan mereka telah belajar mempersiapkan diri dalam pengajaran katekisasi. Ada suka-duka dalam persiapan diri tersebut, ada tantangan, ada hambatan, satu waktu ada semangat yang menggebu-gebu, satu waktu ada rasa malas dan jenuh. Sepuluh bulan bukan juga perjalanan yang panjang dan tidak menjamin bahwa semuanya sudah dicapai. Tapi, jika hari ini mereka boleh memilih hidup dalam Tuhan Yesus, ada satu kepastian yang telah mereka menangkan, yaitu Hidup bersama Kristus. Hidup dalam Kristus bukan juga sekedar pengakuan, tapi hidup kita harus menampakkan Kasih Kristus yang telah hidup di dalam kita. Selamat bagi anggota Jemaat baru, yang telah memilih hidup dalam Kristus dan bagi kita sekalian, Tuhan Yesus memberkati! (LZT) |
