Media
PENGUMUMAN
| JEMAT YANG MEMPERSEMBAHKAN HIDUP |
| Kebaktian - Renungan |
|
Minggu, 15 Agustus 2010
(Lukas 21 : 1 - 4)
Apalah Arti Ibadahmu? Dalam minggu pertama kita diajak untuk menghayati, bahwa arti ibadah adalah Jemaat berhimpun yang mengingatkan kita semua, bahwa ibadah yang benar bukanlah ibadah personal namun ibadah jemaat. Jemaat yang berasal dari berbagai tempat dan latar belakang dipanggil hanya karena anugerah Tuhan semata-mata untuk berjumpa dengan Tuhan. Perjumpaan jemaat dengan Tuhan karena inisiatif dan kebesaran kasih karunia-Nya, bukan karena "kehebatan" manusia.Pada Minggu kedua kita diingatkan, bahwa arti ibadah adalah Tuhan berfirman bukan pada apa maunya kita. Itu berarti ibadah yang benar adalah dikendalikan dan berpusat pada Tuhan berfirman, dan kita dengan rela, ikhlas serta syukur siap mendengar dan melaksanakan apa yang Tuhan Firmankan.
Pada minggu ketiga arti ibadah adalah Jemaat Yang Mempersembahkan Hidup. Dalam Ibadah Jemaat yang berhimpun telah menerima Tuhan berfirman diberi kesempatan memberikan persembahan sebagai ekspresi imannya atas pemeliharaan dan kasih Tuhan yang telah dialami secara nyata oleh Jemaat.
Persembahan bukan semata-mata mempersembahkan uang sebagai syukur kepada Tuhan, namun lebih dalam dari itu mau menyatakan bahwa hidup kita sebagai Jemaat Tuhan adalah benar-benar milik Tuhan, dan kita dapat hidup hanya karena Anugerah Tuhan. Melalui ayat persembahan yang dibacakan jemaat diingatkan, bahwa persembahan yang sesungguhnya adalah mempersembahkan hidup kita sebagai korban persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Tuhan. Melalui nyanyian persembahan, Jemaat mengekspresikan syukur kepada Tuhan atas pemeliharaan yang telah diterimanya. Melalui doa persembahan, Jemaat menyerahkan hidupnya kepada Tuhan, sumber kehidupan untuk dituntun dan dipelihara-Nya, sehingga apa yang dikerjakan dalam hidupnya menjadi persembahan yang hidup, yang kudus, dan yang berkenan kepada-Nya.
Lukas 21:1-4 menegaskan kembali, bahwa persembahan bukan hanya sekedar memberikan uang lebih, namun mempersembahkan hati dan hidupnya dengan syukur kepada Tuhan Pemilik hidup. Persembahan bukan hanya sekedar memberikan uang pada saat jam ibadah, namun merupakan tekad dan ekspresi iman Jemaat untuk pulang membangun kehidupannya, mempersembahkan seluruh nafkahnya (ayat 4) bagi kemuliaan Tuhan.
Bagaimana dengan pemahaman kita tentang persembahan? Apakah kita memberikan persembahan agar Tuhan senang dengan kita, lalu Ia akan mencurahkan berkatNya lebih banyak lagi? Apakah kita memberikan persembahan dari kelebihan kita, jika lebih saya memberi, jika tidak lebih ya tidak perlu memberi? Apakah kita merasa sudah memberi persembahan yang terbaik, karena kita telah memberi kolekte di jam ibadah hari minggu?
Camkanlah saudaraku yang terkasih. Tuhan berfirman kepada saya dan saudara :
"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: itu adalah ibadahmu yang sejati." (Roma 12:1). "Lalu Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberi persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, bahkan ia memberi seluruh nafkahnya." (Lukas 21:3,4).
Selamat Hari Minggu. Tuhan memberkati. (TGH) |
