Media
| JEMAAT YANG BERHIMPUN |
| Kebaktian - Renungan |
|
Minggu, 01 Agustus 2010
(EfesusĀ 4 : 1 - 16)
![]() Jemaat yang terkasih. Memasuki Minggu Pertama di Bulan Agustus tahun 2010 ini, menempatkan kita kembali dalam penghayatan Bulan Seni Gerejawi GKI Kebayoran Baru. Adapun temanya tentang : "Apalah Arti Ibadahmu." Sub Tema di Minggu Pertama ini adalah : "Jemaat Yang Berhimpun." Teringat pada salah satu syair pujian di dalam Kidung Jemaat, ada pujian yang berjudul "Berhimpun Semua"
BERHIMPUN SEMUA (KJ. 15)
Berhimpun semua menghadap Tuhan dan pujilah Dia, Pemurah benar
Berakhirlah segala pergumulan diganti kedamaian yang besar Hormati namaNya serta kenangkan mujizat yang sudah di buatNya
Hendaklah t'rus syukurmu kau nyatakan di jalan hidupmu seluruhnya Sebagai Jemaat yang berhimpun dalam Ibadah pada saat ini, kitapun menghayati diri kalau kita semuanya sedang menghadap Tuhan. Secara garis besar, liturgi GKI dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
1. Jemaat Berhimpun
2. Pelayanan Firman
3. Pelayanan Persembahan
4. Pengutusan
"Votum dan Salam" itu berada dalam bagian "Jemaat Berhimpun". Mengingat dalam salah satu uraian yang pernah dijelaskan dalam hidup bergereja di lingkungan Gereja Kristen Inonesia, dijelaskan demikian.
Votum
Votum adalah sebuah pengakuan. Dalam Bahasa Inggris kita mengingat kata Vote. Kata ini berakar dari bahasa yang sama dengan votum. Votum itu berarti pengesahan/dukungan suara. Jadi ketika votum itu dinyatakan, itulah pernyataan dari Allah yang menunjukkan bahwa Allah-lah yang menjadi sumber dari segala pertolongan umat. Allah yang telah memungkinkan ibadah boleh berlangsung.
Karena itu Votum bahwa: "Pertolongan kita berasal dari Tuhan, pencipta langit dan bumi" (atau dengan pernyataan yang lain). Pernyataan ini adalah pernyataan pengkhotbah yang menyatakan perwujduan kehendak Allah di hadapan umat-Nya yang berhimpun untuk beribadah kepada-Nya. Dalam pernyataan ini maka jemaat menjawabnya dengan: "Amin... amin... amin." (percaya).
Jemaat menyatakan/menjawab pernyataan dari Allah itu dengan menyatakan "Ya, Tuhan, aku percaya bahwa dalam setiap langkah hidup kami itu adalah merupakan bagian-bagian pertolongan Tuhan. Baik yang menyenangkan kami maupun juga yang tidak menyenangkan kami, bahkan yang menyakiti kami. Kami percaya bahwa Tuhan sanggup menjadikan yang tidak baik menjadi kebaikan bagi kami."
Yang sering ditanyakan; bagaimana sikap jemaat ketika votum dinyatakan? Sama seperti kebiasaan kita yang dari dulu, maka ketika votum diucapkan, jemaat dengan sikap berdiri (kecuali untuk yang tidak bisa berdiri; menunjukkan kesiapan untuk mendengar pernyataan Allah itu dan mengakuinya; dengan mengucapkan "amin". Ini bukan doa, karena itu bukan dengan memejamkan mata tetapi menunduk dan meresapi makna kata-kata yang diucapkan pengkhotbah dan menjawabnya dengan penuh keyakinan.
Salam
Salam adalah pernyataan dari Allah yang dinyatakan juga oleh Pengkhotbah. Salam ini menyatakan bahwa Allah mau menyapa kita. Dalam hal ini pengkhotbah menyatakan bahwa penyertaan dan pimpinan Allah-lah yang menyertai dan memimpin setiap orang percaya, yang datang kepada kita terlebih dahulu dibanding dengan kita. Lalu mengapa jemaat menjawabnya dengan "Dan beserta saudara juga"?
Karena di sinilah makna persekutuan orang beriman; bahwa jemaat saling memberikan salam satu dengan yang lain, supaya semua merasakan "Syalom" (damai sejahtera) dalam hidupnya. Apakah tidak boleh pengkhotbah yang menjadi alat di tangan Tuhan mendapatkan damai sejahtera? Tentu jawabnya harus, karena itu salam juga disampaikan oleh jemaat.
Sikap jemaat, ya tentu bukan juga sikap berdoa, tetapi seperti juga ketika kita memberi salam kepada orang lain, menyapa dengan menatap kepada yang disapanya.
Demikianlah kita dapat memahami bahwa sebagai Jemaat yang Berhimpun, Allahlah yang menjadi pusatnya. Kita sebagai umat-Nya harus meresponinya seturut dan sesuai dengan apa yang Allah kehendaki. Bahkan bukan hanya di sepanjang Ibadah kita di gereja saja, melainkan dalam seluruh hidup kita. Oleh karena itu dalam rangkaian liturgi dalam pemahaman yang utuh, Jemaat yang berhimpun masih dilanjutkan dengan bagian liturgi lainnya yaitu : pelayanan firman Tuhan, persembahan dan pengutusan. Yang kesemuanya merupakan satu kesatuan adanya. Sungguh inilah yang menjadi penghayatan kita bersama ketika kitapun boleh menghayatinya. Penghayatan yang sungguh menjadi dasar perhimpunan Jemaat yang beribdah. Sampai kita semua telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus (ayat 13).
Selamat Hari Minggu. Selamat beribadah! Tuhan memberkati perhimpunan umat-Nya. Amin (WIT) |

