Media
| JADIKANLAH SEMUA BANGSA MURIDKU |
| Kebaktian - Renungan |
|
Minggu, 25 Juli 2010
(Matius 28 : 16 - 20, nats. ayat 19; Filipi 2 : 2 - 4)
"Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus" (ayat 19), merupakan Amanat Agung yang Tuhan Yesus percayakan untuk setiap murid melakukannya dalam melanjutkan karya Allah bagi dunia dan manusia. Menyelami kehendak Tuhan ini, mengajak kita untuk membuka diri, memberi dan mempersembahkan hidup dalam mewartakan Amanat Agung Tuhan Yesus seturut dengan kehendak-Nya. Kata-kata Tuhan Yesus menunjuk pada suatu tindakan yang aktif, ada gerakan hidup yang terus-menerus mewujudkan tindakan nyata dalam mewartakan Amanat Kristus kepada manusia dalam dunia tempat kita berpijak.Rasul Paulus mengungkapkan teladan hidup yang dapat dibaca orang lain bukanlah terletak pada apa yang terucapkan, tapi pada apa yang dapat kita lakukan. "Hendaklah kamu sehati sepikir, dalam satu kasih, satu jiwa, satu tujuan, dengan tidak mencari kepentingan sendiri atau puji-pujian yang sia-sia. Sebaliknya hendaklah dengan rendah hati yang seorang menganggap yang lain lebih utama dari pada dirinya sendiri; dan janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga" (Filipi 2:2-4). Amanat Agung Tuhan Yesus terwujud dalam gerak hidup setiap orang percaya yang menjadi teladan bagi orang lain. Tutur kata, tindakan dan perbuatan yang dilandasi kasih, rendah hati dan memperhatikan kepentingan orang lain merupakan nilai-nilai hidup yang baik, yang berarti dan dapat dirasakan oleh banyak orang jika kita melakukannya dalam keseharian hidup.
"Ada suatu rapat umum kaum muda di Inggris dan dihadiri oleh kaum muda dari perbagai penjuru dunia. Mereka mendiskusikan bagaimana ‘Kabar Baik' agama Kristen dapat diwartakan. Mereka berbicara tentang propaganda lewat media cetak dan elektronik, lewat brosur dan siaran radio. Mereka juga berbicara tentang produksi-produksi video. Kemudian seorang gadis dari Afrika Tengah berbicara, katanya, ‘Jika kami ingin mewartakan amanat Kristus ke suatu desa, kami tidak mengirim kepada mereka pengkhotbah atau buku-buku. Kami memilih keluarga-keluarga Kristen yang baik untuk pergi dan tinggal di tengah mereka. Teladan Kekristenan merekalah niscaya akan mengubah desa itu'. Ada sebuah pepatah tua mengatakan, ‘Perkataan membangun, tetapi teladan menggerakkan'. Setiap orang Kristen yang baik adalah Kitab Injil yang berjalan, walaupun ia tidak pernah mengutip salah satu ayatnya. Memang, teladan terpuji dari orang Kristen akan menjadi satu-satunya Injil yang dapat dibaca orang-orang yang buta aksara sekali pun". - saduran William Barclay - (dari buku 1500 cerita bermakna)
Wujudkanlah Amanat Agung Tuhan Yesus dengan kebaikan hidup yang dilandasi kasih Kristus bagi orang lain dalam setiap karya, kerja dan pelayanan di manapun Tuhan percayakan kita untuk melanjutkan karya kasih Tuhan buat seisi dunia, tanpa batas apa pun. Tuhan memberkati. (LZT) |

