Calendar Senin, Februari 06, 2012
Text Size
   

PENGUMUMAN

 

PERGILAH DAN BERITAKANLAH INJIL, KERAJAAN ALLAH SUDAH DEKAT
Kebaktian - Renungan
Minggu, 18 Juli 2010
(Matius 10 : 5 - 8; nats. Matius 10 : 7; Roma 14 : 17)

Perutusan dan penugasan yang dipercayakan Tuhan Yesus bagi murid-murid-Nya menampakkan bahwa setiap orang yang mengikut Tuhan memiliki tugas dan tanggungjawab untuk mewartakan Kerajaan Allah sudah dekat. Dengan kuasa yang diberikan, Tuhan Yesus memberikan kepercayaan bagi murid-murid bukan hanya bertutur tentang Kerajaan Allah itu, tapi melakukan apa yang Tuhan kehendaki. Dalam ayat 8 dinyatakan, "Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-Cuma".
Sangat mendasar ketika Yesus menyatakan, bahwa para murid telah menerima kasih karunia Tuhan dengan cuma-cuma. Kasih karunia itu merupakan pelayanan yang Tuhan percayakan untuk dilanjutkan oleh murid-murid-Nya berdasarkan kehendak Allah yang mengutus. Hal ini penting untuk menjadi perenungan bagi setiap orang percaya, agar kita memahami makna panggilan dan pelayanan yang Tuhan percayakan dalam hidup kita. Perlu diingat bahwa, pelayanan itu bukanlah di mulai dengan suatu keajaiban yang spektakuler, tapi menurut apa yang Tuhan nyatakan dan kehendaki. Agar apa yang dialami orang lain bukanlah suatu kekuatan yang mempengaruhi kehidupan orang berdasarkan kemampuan kita, tapi wujud kerajaan Allah di bumi dapat dirasakan, dialami dan mengubah hidup setiap orang yang berjumpa dengan Tuhan melalui pelayanan yang Tuhan percayakan.

Dengan tegas Rasul Paulus menyatakan dalam Roma 14:17, "Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus". Apa yang dinyatakan Paulus ini mau memberikan pengertian bagi setiap murid Tuhan Yesus pada masa kini bahwa, melalui kehadiran, melalui tutur kata dan tindakan, kita diutus memberitakan kerajaan Allah itu. Kebenaran, damai sejahtera, sukacita bukanlah hal-hal fiksi, tapi merupakan kasih karunia Allah yang telah dilimpahkan dalam kehidupan kita. Untuk itu, jika kita tidak sanggup hidup dalam memberlakukan kebenaran, menghadirkan damai sejahtera dan sukacita, maka kita perlu benahi diri dan merenungkan, apakah kita telah memberi diri diutus oleh Tuhan Yesus untuk memberitakan tentang Injil Tuhan yang menjadi tuntunan dan kekuatan dalam hidup kita dan juga dalam kehidupan orang lain? Memaknai apa yang Tuhan Yesus nyatakan pada para murid, mengajarkan kita untuk membuka hidup, agar Tuhan memakai kita sebagai alat-Nya yang kecil untuk menyatakan perkara-perkara yang Tuhan ijinkan kita melakukannya. Tuhan memberkati. (LZT)
 
" Berbahagialah orang yang tidak berjalan menurut nasihat orang fasik, yang tidak berdiri di jalan orang berdosa, dan yang tidak duduk dalam kumpulan pencemooh, "

MazmurĀ  1 : 1