Calendar Senin, Februari 06, 2012
Text Size
   

PENGUMUMAN

 

SIAPAKAH YANG MAU KUUTUS?
Kebaktian - Renungan
Minggu, 4 Juli 2010
(Yesaya 6 : 1 - 8)

Raja Uzia yang bertahta lebih dari 50 tahun itu telah wafat. Betapa sedih dan duka umat Tuhan saat itu, sebab mereka kehilangan seorang pemimpin yang baik dan peduli kepada rakyatnya. Melalui penglihatan dalam Yesaya 6 ini, Allah mau menunjukkan kepada Yesaya bahwa sekalipun Uzia telah wafat dan terjadi perubahan kepemimpinan, namun Allah tetap berada di tahta-Nya dan memegang tampuk pimpinan. Perjalanan hidup umat Allah tidaklah bergantung pada satu orang pemimpin, dan tidak tergantung pada "kehebatan" satu orang.

Penglihatan ini juga mau menyatakan, bahwa Panggilan Allah itu bukan berdasarkan pada "kehebatan" manusia, namun pada Kemuliaan, Keagungan, dan Kekudusan Allah sendiri. Dengan demikian panggilan itu menuntut bahwa mereka yang melayani Dia, juga harus menuntut kehidupan yang kudus yang berkenan kepada Allah. Di hadapan seluruh kekudusan Allah, Yesaya langsung menyadari ketidak-sempurnaan dan kenajisannya sendiri, khususnya dalam kaitan dengan tutur katanya. Ia juga menyadari akibat melihat Allah berhadapan muka, sehingga menjadi ketakutan. Allah kemudian membersihkan mulut dan hatinya, serta menjadikannya layak untuk tetap berada di hadapan-Nya selaku hamba dan nabi dari Yang Mahakudus, Allah. Kesadaran akan perlunya pekerjaan pengudusan Allah di dalam kehidupan kita akan mendorong kita melakukan pengakuan dosa yang sungguh-sungguh, dan menunjukkan pertobatan hidup yang kongkrit, nyata  dalam kehidupan sehari-hari. (Yesaya 6:5-8)

Allah tidak mencari manusia super untuk melakukan perkara-perkara hebat yang spektakuler, namun Allah mencari orang yang sungguh menghayati, percaya dan menghargai Kemuliaan, Keagungan dan Kesucian Allah. Allah menghargai setiap manusia yang menyadari, menyesali dan bertobat dari kehidupan yang najis, dan bercacat cela. Bahkan Allah mengkuduskannya dan menjadikan layak dihadapan-Nya sebagai hamba yang diutus-Nya untuk mengerjakan hal-hal sekecil apapun yang menunjukkan kehidupan yang telah diubah oleh-Nya, sehingga semua orang dapat menyaksikan dan mengalami Kemuliaan, Keagungan dan Kesucian Allah yang menguatkan dan menerima damai sejahtera-Nya.

Dalam rangka Bulan Kesaksian dan Pelayanan GKI Kebayoran Baru 2010, yang diawali dengan Perjamuan Kudus ini, kita diingatkan kembali, dan diajak untuk menghayati pengorbanan penebusan Yesus bagi kehidupan kita, sehingga menyebabkan kita dilayakkan untuk hidup sebagai anak-anakNya. Kita yang telah ditebus dan menerima anugerah Keselamatan Yesus itu, dengarkan apa yang Ia disabdakan:
Tuhan berkata: "Siapakah yang akan Kuutus, dan siapakah yang mau pergi untuk Aku?" Maka sahutku: "Ini aku, utuslah aku!" (Yesaya 6: 8)

Dapatkah kita yang telah mengikuti Perjamuan Kudus melakukan seperti Yesaya menjawab: Ini aku, utuslah aku, sehingga hidupku dapat memberitakan Injil Tuhan, sehingga Kemuliaan, Keagungan, dan Kesucian Allah dialami semua orang.
Selamat Hari Minggu dan Melayani Tuhan. Tuhan selalu memberkati. (TGH)
 
" Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur. "

Filipi 4:6