MENGALAMI HIDUP BARU DALAM KASIH TUHAN
Kebaktian - Renungan
Minggu Pra Paskah IV - 14 Maret 2010
(2 Korintus 5 : 11 - 21)

"Di puncak popularitas, kreativitas dan kekayaan mereka, kelompok The Beatles mengerjakan sebuah proyek kontroversial yang berjudul ‘The White Album'. Album itu menandakan perpecahan kelompok ini dengan menampilkan lagu-lagu yang bersifat individual dari pada sebuah kolaborasi. Dalam album ini, terungkap juga kekecewaan yang muncul seiring dengan popularitas yang telah diraih. Dalam lagunya "I'm So Tired", John Lenon mengungkapkan hampanya ‘keberhasilan' dan kekayaan yang dimilikinya dengan kata-kata ini : ‘Aku akan memberimu apa saja yang kupunya untuk merasakan sedikit kedamaian'. Segala yang dimilikinya, kesukseksan, dan ketenarannya tidak dapat memenuhi kebutuhan dirinya yang sederhana namun mendalam ini. Dunia yang kita tinggali tidak dapat memberikan kedamaian. Dunia ini hanya dapat memberikan pilihan-pilihan yang menyedihkan. Kepuasan, kekuasaan, dan harta milik tidak dapat menggantikan kedamaian hati dan pikiran".  (Santapan Rohani)

Dalam menyelami makna Kasih Kristus yang mendamaikan kita dengan diriNya, Rasul Paulus memberikan suatu nilai yang berharga bagi setiap orang percaya. Nilai yang bukan ukuran manusia, nilai yang tidak berdasarkan ukuran dunia, tapi nilai yang harganya mahal, "Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka. Dia yang tidak mengenal dosa telah dibuatNya menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah" (ayat 15, 21).

Dalam kasih Kristus, setiap orang percaya menjumpai suatu kehidupan yang baru. Kehidupan yang diwarnai dengan pancaran kasihNya yang memberikan bagi kita makna sesungguhnya untuk hidup baru di dalam Kristus. Hidup untuk menjadi pendamai di antara sesama, hidup bukan untuk diri sendiri dengan membanggakan segala seauatu yang kita miliki. Hidup tidak bertumpu pada kesuksesan, popularitas, atau kenikmatan yang dapat kita raih. Tapi kita diajarkan untuk hidup baru, hidup yang merayakan kasih Kristus dengan dan hidup dalam kasih Tuhan itu. Dengan melantunkan lirik pujian ini, kita mau belajar untuk hidup bagi Tuhan dan sesama:
Adapun hidupku ini bukannya aku lagi,
melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Aku tidak akan menolak kasih karunia Allah
yang telah memimpin aku pada kebenaran.
Tetapi hidup yang skarang aku hidup di dalam tubuh ini.
Aku hidup di dalam iman kepada Anak Allah,
yang mengasihi aku dan yang menyerahkan hidupNya
kar'na aku

Selamat Hari Minggu, Tuhan Memberkati. (LZT)
 
" Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. "

Mazmur 38:16