PENGUMUMAN
| ”WEDUS GEMBEL” MASIH KELUAR KANDANG... |
| GKI - Info Umum |
Wedus Gembel adalah istilah Jawa untuk kambing yang berbulu tebal dan gimbal. Sering dinamai domba atau biri-biri. Bagi orang Jawa, untuk menamakan awan panas yang keluar dari Gunung Merapi dikatakan "Wedus Gembel" karena dilihat dari jauh seperti bulu domba yang tebal. Dalam proses meletusnya G. Merapi awan panas yang keluar itu seperti bulu domba. Wedus gembel merupakan fenomena unik yang ada pada Gunung Merapi, yang konon tidak muncul pada Gunung Berapi lain. Ini disebabkan tipe letusan Gunung Merapi yang bersifat erupsi.Kelihatannya indah, tapi jangan salah, awan itu panasnya sekitar 700 derajat Celsius dan bergerak sangat cepat. Wedus Gembel itu lepas kandang dan berlari hingga sejauh 11 km, dan merusak sekitar 20 Km persegi. Benda apapun yang diterjangnya akan hangus terbakar. Sejak meletus 26 Oktober 2010 sore hari, hingga saat ini belum ada tanda-tanda mereda. Bahkan, sampai hari ini G. Merapi masih mengamuk. Dan, letusan Jumat, 5 November 2010 dinihari menambah jumlah korban tewas menjadi 54 orang dan jumlah pengungsi bertambah menjadi puluhan ribu orang. Yogyakarta, Klaten, Magelang, Boyolali dan kota-kota sekitarnya dihujani abu dan pasir bahkan hujan abu sampai ke daerah Jawa Barat. Pagi itu, jarak pandang di Purworejo sekitar 15 meter.
Airmata Wasior belum kering, kini Mentawai merintih, ditemani Merapi yang sangat bersedih. Senin, 25 Oktober 2010 pukul 21.42 Gempa berkekuatan 7,2 SR terjadi di Kabupaten Mentawai, Propinsi Sumatera Barat. Mengakibatkan Tsunami yang menyapu beberapa desa di P. Pagai Utara dan P.Pagai Selatan. Bencana masih berlanjut Selasa 26 Oktober 2010 sore, Gunung Merapi, Jawa Tengah pun meletus. Laksana karnaval, banjir bandang dari Wasior, Papua Barat, memimpin barisan disusul Tsunami dari Mentawai dan "Wedus Gembel" dari Merapi pun muncul dalam iringan-iringan itu.
Masing-masing membawa korban jiwa. Wasior menyeret korban 159 meninggal, 66 hilang dan ratusan luka-luka. Rangkulan Tsunami di Mentawai sampai saat ini mengakibatkan 337 orang tewas, 334 orang hilang dan 264 orang luka-luka. Sedang letusan Merapi telah merenggut 54 jiwa. Jumlah korban dalam barisan bencana itu sampai saat ini seluruhnya: 540 tewas, 400 hilang, dan ratusan luka-luka.
Menanggapi arak-arakan bencana tersebut, Tim Tanggap Darurat GKI Kebayoran Baru telah mengirim satu tim (4 orang) pada Senin, 1 November 2010 untuk memberi bantuan darurat kepada para korban di Mentawai. Mereka terdiri dari dr Ricardo, dr Rosmauli, Sdr Taufik, dan Sdr Firman Karo-Karo. Dan satu tim juga dikirim untuk melayani korban bencana Merapi (6 orang) terdiri dari: Sdr Bren Wiratsongko, Sdr Davin, Sdr Ruslin Pakpahan, Sdr Immanuel Simanjuntak, Ardy Quardianto dan dr Hendri yang telah bergerak ke lokasi G. Merapi pada Kamis, 4 November 2010.
Untuk Tim Mentawai sudah berada di lokasi sejak 3 November 2010 dan langsung bergabung dengan Sinode Gereja Kristen Protestan Mentawai (GKPM) dalam membantu para korban. Para korban saat ini hidup dalam pengungsian dan tidak memiliki apapun kecuali baju yang melekat di badan. Rumah dan seluruh harta bendanya lenyap ditelan Tsunami. Mereka sangat membutuhkan pakaian, kebutuhan wanita, alat2 mandi dan alat-alat dapur.
Untuk bencana Wasior, Kabupaten Teluk Wondama bantuan darurat dianggap selesai. Selajutnya bantuan paska-bencana untuk pembangunan rumah Jemaat dan Gedung Gereja, akan disalurkan lewat Majelis Bidang Kesaksian dan Pelayanan (Mabid Kespel) GKI Kebayoran Baru yang akan bekerjasama dengan Sinode dan Klasis Gereja Kristen Injili di Tanah Papua.
Tim Tanggap Darurat GKI Kebayoran Baru mohon dukungan Doa Jemaat untuk para korban bencana dan Tim yang akan melayani. TTD GKI KB juga mengucapkan terima kasih kepada Jemaat dan Simpatisan yang tergerak ikut menyumbangkan tenaga, dana dan materi lainnya untuk membantu para korban bencana alam yang hingga saat ini masih terjadi. Mengingat biaya pengangkutan yang cukup besar, maka kepada Jemaat maupun simpatisan yang hendak menyumbang, dihimbau tidak berupa barang. Untuk sementara pakaian bekas layak pakai belum dibutuhkan. Tuhan Memberkati kita semua. (win)
|
