Calendar Kamis, Juli 31, 2014
Text Size
   
Rencana Strategis GKI Kebayoran Baru 2009-2015
Ditulis oleh Admin2   


PENDAHULUAN

Berdasarkan kesaksian Alkitab, Allah Bapa di dalam Yesus Kristus yang merencanakan dan melaksanakan misi Allah untuk menyelamatkan manusia, dunia, dan segenap isinya. Gereja Tuhan menjadi penyelenggara misi Allah (missio Dei) berdasarkan panggilan dan pengutusan oleh Allah. Gereja dipanggil dan diutus untuk mewujudkan tanda-tanda kehadiran Kerajaan Allah di dalam dunia ini. Oleh sebab itu, Gereja harus terlibat dan bersedia menjadi alat Allah dan berperan aktif dalam menghadirkan tanda-tanda Kerajaan Allah yaitu tercapainya keadilan, perdamaian, dan keutuhan ciptaan Allah tersebut.
Untuk mewujudkan misi  tersebut, Gereja mempunyai tugas pokok, yakni: persekutuan  (koinonia),  pelayanan (diakonia), dan kesaksian (marturia). Dalam mewujudkan dan mengaktualisasikan tri tugas ini, setiap gereja atau jemaat Tuhan dimana pun berada, perlu menyusun rencana program dan kegiatan pelayanannya.Untuk itulah Jemaat GKI Kebayoran Baru terpanggil untuk menyusun dan mewujudkan rencana programnya, khususnya untuk pelayanan selama enam tahun ke depan yakni 2009-2015. Rencana pealayanan enam tahun ke depan ini, agar lebih konkrit, terfokous, dan terukur dituangkan dalam bentuk "Rencana Strategis Pelayanan Jemaat GKI Kebayoran Baru 2009-2015."

Dalam Rencana Strategi Pelayanan Jemaat GKI Kebayoran Baru 2009-2015, secara berturut-turut dirumuskan visi, misi, strategi, dan program-program pokok. Setiap program pokok mencakup tujuan, kegiatan, indikator, sasaran, dan pelaksana kegiatan. Untuk memperoleh kesamaan pandangan dan pemahaman yang sama terhadap terminologi ini, perlu dibatasi pengertian atau definisi operasional, seperti dibawah ini:

1. Visi adalah harapan, impian, dan cita-cita yang akan dicapai oleh Jemaat GKI Kebayoran Baru untuk periode tahun pelayanan 2009-2015.

2.  Misi adalah apa yang akan dilakukan (what to do) oleh Jemaat GKI Kebayoran Baru selama periode pelayanannya 2009-2015.

3.   Strategi adalah dengan cara bagaimana (how to do) Jemaat GKI Kebayoran Baru dalam periode 2009-2015 untuk mewujudkan visi dan misi tersebut.

4.    Program pokok adalah rincian rencana secara konkrit yang akan dilaksanakan oleh jemaat GKI Kebayoran Baru periode pelayanan 2009-2015 dalam mewujudkan visi dan misinya. Program pokok tersebut mencakup:
a. Tujuan
b. Kegiatan-kegiatan
c.  Indikator pencapaian program
d. Sasaran kegiatan
e. Pelaksana kegiatan

VISI 2009-2015

Menjadi Jemaat Kristen yang  mengasihi Allah, sesama manusia, dan lingkungannya, dengan menjadi murid, saksi, dan hamba Allah untuk memberitakan Kristus adalah Tuhan dan Juru Selamat serta mengutamakan keakraban, keterbukaan, kepedulian, dan menjangkau keluar.

MISI

Persekutuan (Koinonia):
1. Mewujudkan kebaktian Minggu yang hidup dan berkenan di hadapan Allah, dengan pemberitaan Firman Allah dalam suasana yang dinamis dan membaharui, serta kontekstual dalam kehidupan jemaat dan masyarakat yang sesuai dengan ajaran GKI.
2. Meningkatkan spiritualitas jemaat dengan mendalami firman Tuhan dan kehidupan doa dan persekutuan.
3. Mewujudkan  hubungan yang akrab, rendah hati, saling membangun, dinamis, dan dalam semangat kekeluargaan antar anggota jemaat dan simpatisan, tanpa membedakan jenis kelamin, usia, etnis, sosial-ekonomi, latar belakang budaya, dan status pernikahan.

Pelayanan (Diakonia):
1. Meningkatkan pelayanan kasih Jemaat, membangun dialog dan kerja sama dengan pihak lain dalam rangka mewujudkan  pelayanan melalui pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial lainnya.
2. Meningkatkan kepedulian  terhadap kaum  marginal terutama anggota jemaat, dalam  rangka membangun kemandirian.

Kesaksian (Marturia):
1. Meningkatkan Pekabaran Injil dan membangun kerjasama dengan Gereja setempat atau lembaga Pekabaran Injil yang lain.
2. Mendorong  anggota jemaat untuk menerapkan nilai-nilai Kristiani dalam melaksanakan  tugas, pekerjaan, dan pelayanannya serta dalam hidup bermasyarakat.

Penunjang:
1.  Meningkatkan sistem manajemen dan sumber daya (man, money, material) untuk mendukung pelayanan dengan memperhatikan prinsip efisiensi dan efektifitas.


STRATEGI

Persekutuan (Koinonia):

1. Pemeliharaan kualitas kebaktian Minggu sesuai tradisi GKI
Kebaktian minggu merupakan kegiatan ritual agama Kristen yang khas. Kebaktian GKI Kebayoran Baru mengacu kepada liturgi dari Sinode GKI, yang mempunyai ciri khidmat, yang mempertemukan jemaat dalam persekutuan dengan Tuhan. Dengan demikian kekhasan kebaktian Minggu GKI Kebayoran Baru yang khidmat perlu dipelihara, sebagai ciri khusus di antara perbedaan tradisi kebaktian gereja-gereja yang lain.

2. Mengefektifkan Pemahaman Alkitab dan Persekutuan Doa Jemaat
Pemahaman Alkitab dan Persekututan Doa merupakan pembinaan persekutuan dan spiritualitas jemaat. Untuk itu perlu ditumbuhkan dalam diri jemaat bahwa pemahaman Alkitab dan persekutuan doa adalah kebutuhan pokok spiritual mereka. Maka metode dan topik yang dipergunakan perlu dikembangkan dan ditingkatkan.
Bagi jemaat yang tidak mungkin mengikuti pemahaman Alkitab maupun persekutuan doa, diupayakan memfasilitasinya dengan menyediakan renungan harian dan pokok doa bagi jemaat secara rutin.

3. Memperkuat persekutuan jemaat di wilayah dan basis pengembangan jemaat
Selain pemahaman Alkitab wilayah, perlu dikembangkan bentuk lain persekutuan wilayah dalam wujud acara-acara yang berkaitan dengan kalender gerejawi GKI dalam perayaan Natal, Tahun Baru, Paskah, Bulan Kespel, Bulan Keluarga, persekutuan doa, dan sebagainya, guna meningkatkan keakraban dan kesaksian pelayanan warga jemaat di wilayah.
Wilayah-wilayah yang memiliki potensi perlu mendapat perhatian khusus dari pengurus wilayah untuk dikembangkan menjadi Pos Kebaktian Minggu yang diarahkan menjadi Bakal Jemaat.

Pelayanan (Diakonia):

1. Peningkatan pelayanan pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial lainnya
Gereja melakukan pengembangan pelayanan diakonia di bidang pendidikan, kesehatan, dan pelayanan sosial, dalam bentuk:
a)  Pendidikan, dalam bentuk kerjasama dengan PSKD, pemberian beasiswa, dan bantuan kepada guru-guru agama kristen.
b)  Kesehatan, menata ulang pelayanan kesehatan Yayasan Pelayanan Wahana Asih dan memberikan bantuan atau santunan perawatan kesehatan bagi waga Jemaat yang tidak mampu.
c)   Pelayanan sosial kepada jemaat usia lanjut dengan mendirikan panti wreda "Griya Sepuh".

2. Pemberdayakan jemaat dan masyarakat
Pelayanan kasih (diakonia) yang dilakukan oleh GKI kebayoran Baru perlu dikembangkan pada bentuk-bentuk pengembangan ketrampilan hidup (life skill) melalui bentuk:
a) Kewirausahaan: pelatihan kewirausahaan dan mediasi pengembangan usaha bagi anggota Jemaat dan masyarakat.
b) Ketenagakerjaan: pelatihan penyiapan tenaga kerja trampil dan mediasi ketenagakerjaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan.

Kesaksian (Marturia):

1. Pengembangan Pola Pekabaran Injil
Pelaksanaan Pekabaran Injil dengan mempergunakan strategi atau pola sbb:
a)   Secara mandiri oleh setiap Warga Jemaat GKI KB
b)  Secara mandiri oleh BPJ GKI KB
c)  Kemitraan dengan gereja-gereja setempat, dengan tujuan untuk mengetahui "medan" pekabaran Injil secara relevan dan kontekstual.

2. Pengembangan etos kerja Kristen bagi anggota jemaat:
Perumusan etos kerja kristiani dengan fokus kepada nilai-nilai kekristenan sebagai  murid, saksi, dan hamba Kristus di lingkungan kerja dan bermasyarakat setiap anggota Jemaat. Untuk mewujudkan etos kerja kristiani tersebut, perlu dilakukan melalui  berbagai program pembinaan jemaat.

Penunjang:

1. Penguatan Kapasitas Pelayan Jemaat
Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan, akan diselengarakan progran penguatan kapasitas (capacity building) bagi setiap pelayan gereja, yaitu:
a) Pendeta: baik dalam bentuk kursus, pelatihan, seminar, dan sebagainya, maupun pendidikan bergelar (S2 atau S3)
b) Penatua: dalam bentuk kursus dan pelatihan
c) Pengurus BPJ: dalam bentuk kursus dan pelatihan
d) Pegawai kantor Gereja: dalam  bentuk kursus dan pelatithan

2. Peningkatan sistem  manajemen dan sumber daya pelayanan:
Meningkatnya jumlah dan kualitas jemaat, memerlukan peningkatan pengelolaan organisasi gereja. Dalam merespon perkembangan tersebut, akan dilakukan peningkatan sistem manajemen dan sumber daya pelayanan, yang mencakup:
1. Gedung gereja: menjalin kerja sama dengan PSKD untuk merenovasi gedung gereja dan prasarana pendukung lainnya.
2. Sistem manajemen pelayanan: mengembangkan sistem manajemen pelayanan dengan prinsip optimalisasi pelayanan, serta pengembangan dan pemberlakuan standar prosedur kerja (SOP) di masing-masing unit pelayanan.
3. Sumber daya manusia: perlu penataan dan pendayagunaan sumber daya Jemaat, termasuk Pendeta, Penatua, BPJ, karyawan Gereja, dan warga jemaat yang berpotensi.
4.  Sumber daya keuangan: meningkatkan pengelolaan sumber daya keuangan, termasuk di dalamnya persembahan dari Jemaat dan simpatisan.


PROGRAM  POKOK

Persekutuan (Koinonia):

1. Program Peningkatan Kualitas Ibadah Hari Minggu

a.  Tujuan:
1) Meningkatnya kualitas kebaktian hari Minggu yang khidmat
2) Tersedianya "rambu-rambu" Kebaktian Minggu yang khidmat

b.  Kegiatan:
1)  Penyusunan panduan kebaktian Minggu yang khidmad
2)  Sosialisasi panduan kebaktian Minggu yang khidmat bagi jemaat dan Palayan Tuhan.

c.  Indikator:
1)  Tersedianya panduan kebaktian Minggu yang khidmat
2)  Terselenggaranya kebaktian Minggu yang khidmat

d.  Sasaran:
1)  Anggota Jemaat
2)  Pendeta
3)  Penatua

e.  Pelaksana:
1)  Mabid Persib
2)  Pendeta

2. Program Peningkatan Pemahaman Alkitab, Kelompok Doa, dan Persekutuan Lainnya

a.  Tujuan:
1) Meningkatkan  partisipasi jemaat dalam Pemahaman Alkitab
2) Meningkatkan kegiatan persekutuan doa jamaat
3) Meningkatkan persekutuan jemaat

b. Kegiatan:
1) PA jemaat diwilayah-wilayah dengan metoda interaktif
2) Penyedian Majalah Jemaat yang berisi antara lain bentuk pemahaman Alkitab, pesekutuan, pelayanan, dan sebagainya.
3) Penyelenggaraan Doa pagi di GKI-KB dan Persekutuan Doa di Wilayah-Wilayah.
4) Penyediaan renungan harian yang rutin tiap bulan

c. Indikator:
1) Jumlah anggota jemaat yang hadir PA di wilayah meningkat
2) Tersedianya Majalah Jemaat
3) Bertambahnya jumlah persekutuan doa di wilayah
4) Tersedianya Renungan Harian rutin setiap bulan

d. Sasaran:
1) Seluruh anggota jemaat
2) Semua pengurus BPJ

e. Pelaksana:
1) Mabid Pembinaan Jemaat
2) Komisi Pemahaman Alkitab
3) Tim khusus

3. Program Penguatan Persektuan Wilayah:

a. Tujuan:
1) Meningkatnya desentralisasi kegiatan-kegiatan pelayanan jemaat ke wilayah-wilayah
2) Meningkatnya  persekutuan wilayah dengan kegiatan pembinan jemaat yang lain (non PA), misalnya ceramah-ceramah terkait dengan issue kemasyarakatan, kebangunan rohani, atau retreat keluarga.
3)  Terselenggaranya Pos Kebaktian, Bakal Jemaat dan seterusnya di Wilayah yang potensial.

b.  Kegiatan:
1)  Perayaan-peryaan Natal, Tahun Baru dan Pakah di wilayah-wilayah
2)  Bulan Keluarga di selenggarakan per Wilayah
3)  Menggiatkan ibadah-ibadah keluarga tersediri, tidak dikaitkan dengan PA atau rapat pengurus Wilayah
4)  Ceramah-ceramah atau kebangunan rohani wilayah.
5)  Retreat keluarga wilayah

c.  Indikator:
1)  Setiap wilayah menyelenggarakan perayaan Natal, Tahun Baru  dan Paskah
2)  Setiap wilayah meneyelenggarakan Bulan Keluarga
3)  Ibadah  keluarga meningkat di setiap wilayah
4)  Ceramah pembinaan dan kebangunan rochani jemaat terselenggara di Wilayah
5)  Setiap Wilayah menyelenggarakan retreat keluarga
6)  Adanya Pos Kebaktian di Wilayah yang potensial.

d.  Sasaran:
1)  Seluruh anggota jemaat
2)  Anggota Jemaat dari gereja lain

e.  Pelaksana:
3)  Mabid Wilhan
4)  Komisi-komisi terkait
5)  Panitia-Panitia terkait (Natal, Paskah, Bulan Keluarga, dsb).


Pelayanan (Diakonia):

1. Program Peningkatan Diakonia Pendidikan dan Kesehatan:

a.  Tujuan:
1)  Meningkatnya dukungan dan kerja sama dengan institusi-institusi pendidikan Kristen, terutama PSKD.
2) Meningkatnya  bantuan beasiswa bagi anak-anak Kristen maupun non Kristen, dan bantuan kepada guru-guru Agama Kristen di Jakarta Selatan.
3)  Meningkatnya bantuan biaya pelayanan kesehatan bagi jemaat kurang mampu.
4) Meningkatnya  pelayanan  kesehatan yang terjangkau bagi jemaat dan masyarakat yang membutuhkan, terutama di sekitar gereja.

b.  Kegiatan:
1)  Melakukan kerja sama yang intensif dengan lembaga-lembaga pendidikan Kristen, terutama PSKD.
2)  Meningkatkan pengelolaan beasiswa sehingga tepat sasaran
3)  Meningkatkan pengelolaan bantuan biaya pelayanan kesehatan bagi jemaat yang kurang mampu, dan bantuan bagi guru-guru Agama Kristen di Jakarta Selatan
4)  Menata ulang  pelayanan kesehatan yang dikelola oleh Yayasan Pelayanan Wahana Asih menjadi pelayanan kesehatan GKI Kebayoran Baru dan terjangkau oleh masyarakat, terutama oleh anggota jemaat yang kurang mampu.

c.   Indikator:
1)   Adanya MOU yang baru dengan PSKD.
2)   Bantuan beasiswa dikelola tepat sasaran
3)   Bantuan bagi guru-guru Agama Kristen di sekolah-sekolah Negeri
4)   Bantuan biaya pelayanan kesehatan dikelola tepat sasaran
5)   Tersedianya  pelayanan kesehatan (poliklinik) dengan wajah baru

d.   Sasaran:
1)  Pengurus PSKD
2)  Penerima dan orang tua penerima beasiswa
3)  Guru-guru Agama Kristen di Sekolah-Sekolah Negeri
4)  Anggota jemaat yang memerlukan
5)  Masyarakat umum, teruma di sekitar gereja

e.  Pelaksana:
1) BPMJ
2) Mabid Kespel
3) Komisi Beasiswa
4) Yayasan Pelayanan Wahana Asih

2. Program Pemberdayaan Jemaat dan Masyarakat

a. Tujuan:
1).Dilanjutkannya pelayanan diakonia bantuan langsung, dalam bentuk natura maupun in natura secara selektif (bagi mereka yang benar-benar tidak mampu)
2) Terselenggaranya palayanan diakonia dalam bentuk pemberdayaaan Jemaat khususnya masyarakat marginal.

b.  Kegiatan:
1)  Pembagian bantuan langsung dalam bentuk natura atau in natura secara selektif bagi anggota jemaat.
2).Pelatihan-pelatihan ketrampilan (life skill education) dan kewirusahaan bagi anggota jemaat dan masyarakat yang memerlukan.
3).Membangun kerjasama dan kemitraan dengan pihak-pihak lain yang terkait dengan penyerapan tenaga kerja serta pemberian modal kerja bagi anggota jemaat yang memerlukan.
3).Melibatkan anggota Jemaat dalam program-program pelatihan pemberdayaan dan pelayanan kemandirian lainnya.

c. Indikator:
1) Adanya bantuan-bantuan natura dan innatura bagi jeamaat secara selektif
2).Terselenggaranya pelatihan-pelatihan ketrampilan kerja dan kewirausahaan
bagi jemaat dan masyarakat.
3).Banyaknya anggota jemaat yang terlibat sabagai fasilitator pelatihan-pelatihan dan pelayanan kemandirian yang lain.
4).Adanya kerjasama dengan pihak lain dalam rangka menampung tenaga kerja atau memberikan bantuan modal usaha bagi anggota Jemaat yang memerlukan.

d. Sasaran:
1) Anggota jemaat yang secara fisik tidak produktif
2) Anggota jemaat yang belum mempunyai penghasilan yang dapat mencukupi kebutuhan keluarga
3) Anggota masyarakat yang tidak mampu secara ekonomi.

e. Pelaksana:
1) Mabid Kespel
2) Komisi Dewasa
3) Komisi Pelayanan Kasih


Kesaksian (Marturia):

1. Program Kemitraan dalam Pekabaran Injil:

a. Tujuan:
1).Dipertahankannya kegiatan pekabaran Injil secara langsung bagi masyarakat Jakarta dan sekitarnya.
2).Meningkatnya kemitraan dengan Gereja-Gereja atau Lembaga-Lembaga Lokal yang lain, terutama di luar Jakarta dalam rangka pekabaran Injil
.
b.Kegiatan:
1)Pekabaran Injil di sekitar Jakarta dan di luar DKI Jakarta.
2)Menjalin kemitraan dengan Gereja atau Lembaga yang lain di luar DKI Jakarta dalam rangka pekabaran Injil.

c. Indikator:
1).Jumlah tempat atau institusi untuk kegiatan PI meningkat
2).Jumlah Gereja atau Lembaga lain sebagai mitra PI meningkat.

d. Sasaran:
1) Masyarakat yang belum mengenal Yesus
2) Gereja-gereja lokal di daerah
3) Lembaga-lembaga penginjilan

d. Pelaksana:
1) Mabid Kespel
2) Komisi PI
.
2. Prgram Sosialisasi etos kerja Kristen:

a. Tujuan:
1).Anggota jemaat menerapkan etos Kerja Kristen (jujur, rajin, disiplin, kasih, dsb) dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya masing-masing.
2).Anggota jemaat yang terlibat dalam pelayanan Jemaat melaksanakan tugasnya dengan tulus, ikhlas, jujur, bertanggung jawab, dsb.

b.  Kegiatan:
1).Seminar tentang etos kerja Kristen bagi anggota Jemaat
2).Pelatihan atau pembekalan terhadap anggota atau calon anggota Majelis dan BPJ dengan substansi yang relevan dengan etos kerja Kristen.

c.Indikator:
1).Terselenggaranya seminar dan lokakarya etos kerja Kisten setiap tahun
2).Terselenggaranya pelatihan atau pembekalan calon anggota Majelis atau pengurus BPJ dengan  materi yang relevan dengan etos pelayanan Kristen

d. Sasaran:
1) Seluruh anggota Jemaat
2) Penatua dan calon Penatua
3) Pengurus Komisi/BPJ
4) Karyawan gereja

e. Pelaksana:
1) Komisi Dewasa
2) Komisi Pemuda

Penunjang :

1. Program Penguatan Tenaga Pelayan Jemaat:

a. Tujuan:
1) Meningktnya jumlah dan kemampuan Pendeta
2) Meningkatnya kemampuan pelayan Jemaat  (Penatua, BPJ, dan karyawan gereja)

b. Kegitan (sub program):
1) Pemanggilan Pendeta dan calon Pendeta
2) Pendidikan berkelanjutan (continuing education) bagi  pendeta:
a).Formal: S2 dan S3
b).Informal: pelatihan, seminar, lokakarya terkait dengan isssue sosial, budaya, politik, ekonomi, kesehatan, pendidikan, dsb. di samping theologi dan aspek pelayanan
3) Pelatihan tentang kualitas pelayanan Penatua dan BPJ
4) Penambahan jumlah dan kemampuan pelayanan guru sekolah minggu

c. Indikator:
1) Jumlah Pendeta meningkat.
2) Jumlah Pendeta yang mempunyai pendidikan S2 bertambah
3)Jumlah Pendeta yang mengikuti pelatihan dan seminar terkait dengan kualitas pelayanan jemaat meningkat.
4) Adanya pelatihan kemampuan pelayanan bagi calon Penatua dan BPJ.
6) Jumlah guru sekolah minggu bertambah.

d. Sasaran:
1).Pendeta/calon Pendeta
2).Calon Penatua dan Penatua
3).Pengurus BPJ/Komisi
4).Karyawan gereja
5).Anggota jemaat muda

e. Pelaksana:
1) BPMJ
2) Mabid Terkait
3) Komisi Sekolah Minggu

2.Program Peningkatan sistem manajemen dan sumber daya pelayanan jemaat:

a. Tujuan:
1).Meningkatkan sistem manajemen pelayanan
2).Meningkatkan sarana dan prasarana pelayanan
3).Meningkatkan persembahan jemaat untuk pembiayaan sarana dan prasarana
4).Mengembangkan panduan kerja atau prosedur kerja (SOP) bagi setiap unit pelayanan Jemaat.

b. Kegiatan:
1).Pelatihan atau pembekalan calon Penetua dan calon Pengurus BPJ tentang Manajemen Pelayanan.
2).Renovasi dan ekstensifikasi ruang gereja dan ruang-ruang pendukung pelayanan yang lain.
3).Pengembangan SOP bagi setiap unit pelayanan Jemaat
4).Peningkatan jumlah jemaat yang memberikan persembahan bulanan
5).Penggalian pemasukan dari sumber dana dari luar jemaat.

c. Indikator :
1).Terselenggaranya pelatihan atau pembekalan calon anggota Majelis dan BPJ dengan materi Manajemen Pelayanan.
2).Terealisasinya perluasan ruang gereja dan ruangan pendukung yang lain.
3).Tersedianya SOP pada setiap unit pelayanan Jemaat
4).Meningkatnya jumlah persembahan Jemaat
5).Adanya dana yang bersumber dari luar Jemaat.

d. Sasaran:
1).Calon Majelis
2).Calon Pengurus Majelis
3).Seluruh anggota Jemaat
4).Institusi atau lembaga di luar Jemaat GKI Kebayoran Baru

e. Pelaksana:
1) BPMJ
2) Mabid Sarpras
3) Mabid Persib


MONITORING DAN EVALUASI (MONEV)

Agar prorgam dan kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam Renstra ini berjalan sesuai dengan yang direncanakan serta  mencapai visi dan misi yang telah ditetapkan, maka perlu dilakukan pemantauan (monitoring) dan evaluasi secara terus menerus. Pelaksana monitoring dan evaluasi ini seyogyanya tidak dilakukan oleh Majelis, dengan pertimbangan agar lebih obyektif dan tidak terjadi "conflict of interest". Di samping itu "turn over" anggota Majelis yang terlalu tinggi sehingga tidak terjamin kesinambungannya. Oleh sebab itu, seyogyanya pelaksana monitoring dan evaluasi dilakukan oleh suatu Badan yang independent (setingkat komisi), tetapi bertanggung jawab kepada Majelis, yang lebih bersifat permanen, dan paling tidak ditetapkan selama 6 tahun sesuai dengan jangka waktu Rencana Strategi ini. Tugas dari Badan ini antara lain:

1. Memantau pelaksanaan program atau kegiatan yang dilakukan oleh Majelis Jemaat, Mabid, BPJ-BPJ, dan Kepanitiaan-Kepanitian yang dibentuk oleh Majelis. Pemantauan dilakukan setiap saat dan terus-menerus.
2. Melakukan koreksi, arahan dan bimbingan bila terjadi penyimpangan atau ketidaksesuaian dengan rencana yang dilakukan oleh unit-unit pelaksana kegiatan pelayanan.
3. Melakukan evaluasi terhadap kinerja program dan anggaran setiap akhir tahun anggaran
4. Membuat panduan beserta formulir monitoring dan evaluasi
5.Membuat laporan hasil evaluasi pada setiap akhir tahun program dan anggaran. Laporan ini adalah merupakan Laporan Kehidupan Jemaat pada tahun yang bersangkutan.

Apabila Badan ini telah  dibentuk oleh Majelis, maka akan meringankan tugas Majelis dalam melakukan monitoring dan evaluasi program atau kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Mabid, BPJ-BPJ, dan kepanitian-kepanitian yang dibentuk oleh Majelis. Di samping itu, pada setiap akhir tahun program dan anggaran, Majelis  memerima laporan Evaluasi dari Badan yang kemudian diangkat sebagai masukan dalam Laporan Kehidupan Jemaat.


 
" Sebab kepada-Mu, ya TUHAN, aku berharap; Engkaulah yang akan menjawab, ya Tuhan, Allahku. "

Mazmur 38:16